8.02.2009

The Last day in Singapore (but not least)

The Last Day in Singapore (but not least)---> baru sempat nulis skrang....

ya tibalah saatnya untuk meninggalkan segala kenikmatan dan kemewahan kembali ke dunia nyata, tapi sebelumnya memang masih ada waktu sisa selama 6 jam sebelum angkat kaki daari singapura, memang sudah dari awal kurencanakan kira-kira tempat mana saja yang akan dituju dan kendaraan murah meriah apa yang bisa dipakai, namun kok ya untungnya ada bro rizki yang mau meluangkan waktu tidurnya menjadi guide semi profesiona untuk mengantar jalan-jalan, semoga lekas sembuh riz dan semoga bisa bertemu kembali dengan anak istrimu yang jauh di Jakarta, saya memang belum pernah merasakan hidup jauh dari istri dan anak (nikahnya aja belum) namun sepertinya sangat berat dan untungnya dengan kecanggihan teknologi sekarang ini setidaknya bisa mengobati kerinduan...

Sebenarnya saya sudah bangun cukup pagi, namun kok ya ndak ada kabar dari rekan saya, apa jangan2 lupa saya coba telpon flat nya melalui telpon umum kok ndak ada yang ngangkat, padahal perut ini udah melilit nungguin dia sekalian sarapan di hotel, sebenernya sih ngabarin lewat sms lebih efektif namun karena kurang perhitungan pulsa saya yang 100rb sudah habis dalam 3 hari, dan seharusnya saya beli aja kartu perdana lokal yang banyak dijual di bandara. namun akhirnya yang ditunggu dateng juga... lets go !!!

Tujuan pertama kita pergi ke Kampung bugis yang katanya banyak menjual barang2 dengan harga miring, tempat ini gampang dijangkau, bilang saja atau cari informasi mengenai angkutan ke arah bugis junction atau victoria street, sesampainya disana memang layaknya pasar tradisional di indonesia namun kondisinya jauh lebih bersih dan tidak ada yang namany pedagang asongan, namun sayangnya kita datang terlalu pag, sehingga tidak semu tokonya buka, namun apa yang saya cari akhirnya ada juga.



setelah itu kita langsung segera cabut mencari angkutan ke suntec city, sebenarnya kalo dari hotel ada saja shutle yang menjemput, namun angkutan umum juga banyak yang mengarah ke tempat ini, konsepnya adalah pertokoan digabung dengan perkantoran dan mungkin tempat tinggal juga. Disini ada yang namanya wealth fountain yang terkenal, sebenarnya kalo kita datang pada malah hari akan kelihatan lebih indah, namun sayangnya lagi ternyata air mancurnya juga dimatiin...apes...apes...











oiya, ada sesikit cerita mengenai air mancur kemakmuran ini, dipercaya kalo kita mengitari air mancur ini sejumlah putaran tertentu dengan tangan tetap menyentuh air, dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan, klo mnurut gw yang jadi sejahtera itu yang punya air mancur, soalnya banyak peminatnya juga....








setelah itu kita berjalan menuju singapor flyer, rencananya sih mo naik dengan membayar sekitar Sin$ 30, namun wahana yang seperti wheel chair ini ternyata pputarannya sangat lambat, padahal saya harus segera check out hotel dan pesan shutle penjemputan segera, oiya kalo pesan shutle untuk menjemput telpon aja shutle yang di terminal 3, karena khusus untuk penjemputan. akhirnya cukup lah berfoto dari jauh dengan si flyer ini...




next destination is esplanade dan merlion, cukup naek bus sekali, dan jalan sedikit, karena bisnya disiplin banget, knapa ya mereka disiplin banget, apakah memang harus diterapkan hukum yang tegas untuk mengatasi ketidakdisiplinan? sesampai di Merlion, ternyata banyak juga turis Indonesianya ada disin, jadi gerah juga serasa di Indonesia, buru2 foto terus cabut ke esplanade karena si rizki sepertinya moncer2 deh, jadi harus nyari WC yang elit, padahal rata2 di sini WC nya less water much Toilet papper... very hate it, mosok ora cawik...??? risihh banget pake tissue... (sett malah dibahas, sori yang lagi makan jangan terbawa bacaan ya...)



akhirnya dari esplanade kita meluncur ke orchad nyari makanan Indonesia di Lucky Plaza, klo ndak salah di lantai 3, sambil sebelumnya foto2 dulu, kasian lihat si rizki, udah kurus, badanya lemes, telat makan, abis moncer, pantesan kok rada pucet gitu... akhirnya setelah makan kita berpisah sementara karena saya balik ke hotel, si riski ada acara lain, so thanks riz atas bantuannya.




sesampainya di hotel jam menunjukan pukul 12.45, padahal travel datang 13.00, wah harus buruan nih, untungnya barang sudah saya rapikan semua tinggal di angkut pada waktu pagi hari, namun sialnya ternyata kunci hotel sudah di non aktifkan, padahal saya udah lapor kalo late check out, sebel juga sama hotel ini, kapok dah laen kali emoh. namun kok ya pas setelah menyelesaikan urusan administrasi travelnya udah ngejogrok di depan. "bye bye hotel sing larange gak ketulungan..."

samapi di bandara, tinggal check-in lancar, imigrasi lancar sebelum boarding saya sempatkan mencari oleh2 buat saya sendiri, lumayan dapet polo sport yang kalo di pesawat ndak ada yang jual, sama coklat yang murah-meriah buat temen2 di kantor. begitu boarding ndak lama kemudian sudah diperbolehkan masuk, dan memang saya kedapatan kursi yang kurang nyaman, di sebelah kiri ada ibu yang sedang nggendong anaknya yang rewel, jadi sy juga ikutan dalam rangka menenangkan anak ibu oitu, apa gara2 saya ya tuh anak kok jadi rewel??? sebelah kanan adalah suspect penderita penyaki H1N1 karena batuk mulu dan srat-srot2, untungnya dia sadar pake masker.

Dan sekali lagi SQA lepas landas dengan sesuai jadwal yang telah ditentukan, time managementnya memang sangat bagus. bye - bye singapore, hope I will see u again, soon...

8.01.2009

Road to Singapore (day 2 dan 3)

My 2nd Day

sepertinya memang pelaksanaan kegiatan ini di outsource ke pihak luar, dan sebenernya yang bisa dituri adalah alat pembuatan kartu instan yang dalam 1 jam bisa menangani sekitar 50 orang yang belum terdaftar, diantaranya termasuk saya.hari kedua sbenarnya merupakan capacity building untuk pembicara hari ke-2 agenda, ternyata memang perlu dibriefing dulu supaya tidak melenceng dari pokok pembicaraan dan diarahkan pada satu persepsi dan tujuan. juga sempat dikenalkan mengenai risk assement oleh mark bezzinga dari stancert, yang setelah saya googling ternyata itu bukan badan standard melainkan profesional yang bergerak dibidang peningkatan kompetensi. hari ke-dua memang melelahkan karena seharian mendengarjan orang ngoceh, dan yang bikin otak kerja dua kali yaitu harus men"translate" tuh omongannya bule dan mencoba memahaminya... otomatis setelah kegiatan selesai langsung tepar deh... nyesel juga padhal pengen jalan muter2 sini..



My 3rd day

Pada hari ke-2 Agenda pelaksanaan acara pun dimulai, yah saya amati memang ada pergeseran time frame, ndak beda sama kegiatan saya dulu waktu di pusat akreditasi lab, karena memang mereka yang belu melakukan registrasi di hari pertama agenda cukup banyak sehingga kick off time jadi mundur, namun memang masih dalam kewajaran. jalannya kegiatan juga sudah sesuai dengan apa yang telah diskenariokan kemarin, cuma sayangnya setelah istirahat makan siang beberapa peserta tampak tidak kembali lagi, beberapanya ada yg ikut workshop lainnya baik itu dilaksanakan oleh APEC ato pihak lain. disini juga akhirnya kenalan sama orang dari deptan, dari depdag dan dari deplu juga yang bertanggung jawab terhadap kegiatan APEC. dan juga participant dari luar, biasa menjalin networking, meskipun kadang mereka menanyakan nama2 orang dikantor saya yang notabene adalah sudah level2 bos, dan mereka semuanya adalah termasuk level senior juga, kadang ada perasaan minder, tapi bagi saya ini adalah kesempatan untuk melatih kepercayaan diri saya, kapan lagi bisa ngoceh tanpa takut salah, toh mereka tau saya juga belum selevel mereka, kalo dah senior mungkin rodho ngisin2ni kalo level englishnya little2 sih i can.

Dan ternyata APEC juga memberikan tour gratis meskipun itu cuma jalan jalan menggunakan hop on bus, kita cuma melihat itu flyer, merlion, esplanade, kirain busnya berhenti, sepertinya ndak sesuai sama brosor mereka deh, "Kembalikan uaang kamiii!!!" egh gak ding, gratis kok nglunjak....hehehe



Tapi akhirnya bisa juga tuh bis berhenti di tempat namanya clarke quay (baca : klakey, ternyata disana tempat river view itu, memang tempatnya bersih, konsepnya adalah tempat wisata di pinggir sungai, dengan dilengkapan permainan sling shot, tempat hang out buat yang ingin merasakan suasana remang2 dan bar, saya tidak mengeksplor terlalu jauh tempatnya karena kebanyakan memang bar dan tempat makan ( sebenernya kita bertiga ditolak masuk krn ndak pake sepatu..... untuuuuung masih dilindungi sama yang dia Atas sana) saya lebih memilih naik river view saja dari pada harus menghabiskan waktu ngliatin orang pacaran... bikin syirik aja tuh mereka,,,!!